Biar cat nggak gampang baret akibat sering diinjak, dek tengah Vespa biasanya dilapisi karet atau plastik. Selain tidak bikin kusam cat, tampilan tentu jadi lebih ciamik. Meski aman dari baret, skuteris nggak nyangka kalau di balik kepet yang tidak diperkuat lem itu jadi sarang air. Alhasil, gampang muncul karat (gbr. 1).
“Setuju. Apalagi pemasangan karet itu cuma dipaku ripet di pinggir. Sehingga kalau tidak dilem memungkinkan air meresap dan bikin karat,” jelas Warsito, mekanik Sito Racing yang piawai mendandani skuter Italia itu. Sito juga bilang kalau pemasangannya bukan tidak jelek selama pemilik mau lebih teliti di soal perawatan.

(gmbr 1- 2 )
Misal jangan lupa cuci dengan air bersih setelah kena guyur hujan atau kelar dicuci. Setelah itu dilap sampai kering. “Kalau nggak mau repot, bisa juga celah yang memungkinkan masuknya air meresap tadi dilindungi pakai lem kaca. Sehingga air jadi tidak gampang tergenang atau meresap,” wanti bapak tiga anak yang buka bengkel di Jl. Utan Panjang III, No. 8, Jakarta Pusat.
Kalau tidak mau pakai sealer dan tetap gaul, pasang list gabungan dari besi dan karet. “Contohnya seperti di dek samping kanan-kiri (gbr. 2),” tunjuk Sito yang lama menghilang dari peredaran itu. Penggantian ini dipastikan bikin cat tetap aman, juga dapat mencegah karat menumpuk. Pula gampang dibersihkan.
sumber : Scootman Blog
Senin, 04 Januari 2010
Hindari Dek / Lantai Vespa Berkarat
Diposting oleh scooterist independend pemalang di 14.04 0 komentar
Label: Trik dab Tips
Sabtu, 05 September 2009
Membuat Rangkaian Penguat Platina
Pada Scooter platina adalah jantungnya mesin, kalau rusak gawat deh. Jadi kita harus selalu waspadai platina tersebut. Kerusakan pada platina ini dapat dilihat dengan berkurangnya supply pengapian pada Coil yang menyebabkan busi tidak dapat berfungsi dengan sempurna.
Pada kesempatan ini saya akan memberikan suatu rangkaian yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja dari platina tersebut. Intinya platina disini hanya untuk menyambung dan
memutuskan arus saja, seperti pada gambar berikut :
Cara kerja dari rangkaian ini adalah hanya memanfaatkan percikan (switc ON/OFF) dari platina kemudian disetatabilkan, sehingga pengapian yang dikeluarkan oleh Coil lebih besar dan sempurna, meskipun platina tersebut dalam keadaan lemah.
Rangkaian yang kami rancang ini diberi nama Platina Semi CDI (PSC), seperti pada gambar berikut :
Peralatan yang digunakan adalah alat ukur (AVO meter)
- Set AVO meter pada AC 200 Volt.
- Positif (kabel merah) AVO meter dihubungkan ke kabel rangkaian PSC yang menuju koil.
- Negatif (kabel hitam) AVO meter dihubungkan ke massa/bodi.
- Nyalakan motor/starter motor dengan kick starter, lalu lihat di AVO meter apakah ada tegangan yang keluar atau tidak ?
- Bila tidak ada, maka periksa tegangan dari sepul yang mengalir ke PSC. Sebaiknya dilakukan pengecekan tegangan sepul terlebih dahulu, caranya sama seperti di atas, hanya saja kabel posituf AVO meter dihubungkan ke kabel sepul yang menuju PSC.
- Kalau tidak ada AVO meter, coba lakukan kabel dari PSC yang menuju koil di sambungkan ke body besi motor, kemudian starter. Kalau ada percikan api berarti PSC ini berfungsi.
Diposting oleh scooterist independend pemalang di 16.03 0 komentar
Label: Trik dab Tips
